Hapus elemen HTML berikut: <meta name="canonical" href="https://omni.botika.online/">
<meta name="canonical" href="https://omni.botika.online/">
https://i.ibb.co.com/NCwm4sg/image.pngarrow-up-right (cukup gunakan satu URL Canonicalization)
Hapus elemen HTML berikut: <meta name="canonical" href="https://omni.botika.online/"> (cukup gunakan satu URL Canonicalization)
Ubah <link rel="canonical" href="https://omni.botika.online/" /> menjadi <link rel="canonical" href="https://omni.botika.online/id/" />
<link rel="canonical" href="https://omni.botika.online/" />
<link rel="canonical" href="https://omni.botika.online/id/" />
https://i.ibb.co.com/pjbpN1v/image.pngarrow-up-right
Pastikan value dari attribute href berisi absolute URL (lengkap dengan protokol, nama domain, dan path halaman yang diakses)
Contoh:
<link rel="canonical" href="https://omni.botika.online/blog/posts/aplikasi-customer-service-terbaik" />
https://i.ibb.co.com/wWnNhBL/image.pngarrow-up-right
Best practice: Setiap halaman web wajib dideklarasi canonical URL-nya (tidak terbatas pada halaman yang hanya disebutkan di atas) untuk menghindari duplikasi di mata search engine.
Last updated 1 year ago